KARTINI MASA KINI

 

Kartini Masa Kini

          

  Kehidupan seseoraang antara satu dengan yang lain tentu sangat bebeda jauh. Seperti saya dengan wanita-wanita yang lain. Saya adalah seorang wanita yang penuh semangat melaksanakan tugas kehidupan sehari-hari. Baik sebagai tenaga pendidik maupun sebagai ibu rumah tangga yang melayani keluarga dari pagi hingga malam.  Pagi bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajut. Dilanjutkan dengan seletika, memasak untuk hari ini, mencuci, dan mengerjakan tugas lain seperti membuat laporan-laporan dan menyelesaikan kegiatan sekolah yang dibawa ke rumah.  Ini tugas saya rutin setiap pagi. Di rumah di pagi hari belum kegiatan rutin lain di hari yang lain. Jika libur saya melaksanakan kegiatan badminton, sepedaan, arisan, pengajian, PKK, Senam, kegiatan sosial lain dan lain-lain sehingga waktu sangat cepat berlalu dengan diisi kegiatan yang sangat menyibukkan setiap harinya dan sangat bermanfaat.

            Belum lagi kegiatan di sekolah sebagai tenaga pendidik dan sekaligus juga sebagai orang yang dituakan di sekolah. Mejadi pimpinan sekolah, ketua gugus, pengurus organisasai profesi (PGRI), Koperasi, Rapat, Paguyuban dan masih banyak lagi organisasi lain yang kami tekuni. Mengajar anak-anak, menilai teman guru ada permasalahan harus dapat menyelesaikan. Namun itu semua jika dikerjakan dengan hati dan ikhlas tidak menjadi beban. Dan menambah semangat dalam kehidupan sehari-hari. Belum lagi jika kita mengikuti pelatihan-pelatihan.  Pelatihan/ Diklat ke luar kota. Saya merasa bahwa kegiatan itu merupakan wisata gratis pulang dapat ilmu yang menumpuk. Woow amat sangat senang sekali, Tambah ilmu, tambah wawasan, tambah teman, saudara dan lain-lain.

Ini semua saya terapkan kepada kedua anak perempuan saya. Sejak kecil kami asuh, kami didik, kami bimbing di sebuah keluarga sederhana. Pagi hari anak-anak saya bawa ke rumah nenek yang rumahnya dekat dengan tempat saya bekerja. Anak pertama saya berada di TK sedangkan anak ke dua saya masih kecil kira-kira pada waktu itu usia 2 tahun saya titipkan di rumah orang tua saya. Anak yang besar saya bawa ke sekolah sambil menunggu waktu kira-kira pukul 08.00 saya antar ke TK. yang jaraknya kira-kira 2 km dari sekolah. Di TK anak tidak saya tunggu dan pulangnyapun pulang sendiri naik angkota.  Sampai sopir dan kenek angkota hafal diseberangkan dulu. Dan berjalan menuju rumah orang tua saya. Sore hari anak-anak saya bawa pulang ke rumah saya sendiri. Begitu setiap pagi dan sore hari pekerjaan saya. Pagi membawa anak ke rumah nenek. Menitipkan anak kecil dan membawa anak pertama saya ke sekolah untuk belajar di Taman kana-kanak. Dua tahun anak-saya belajar di TK. Lulus TK saya sekolahkan di tempat saya mengajar, sehingga lebih muda pengawasannya. Dan kebetulan rumah orang tua saya dekat dengan sekolah tempat saya bekerja. Setelah masuk SD dari tahun ke tahun anak semakin besar dan alkhamdullilah dapat mengikuti pelajaran dengan baik bahkan selama sekolah di SD mendapatkan peringkat atas. Empat tahun anak pertama saya sekolah SD lalu saya menyekolahkan anak kedua di TK tempat kakaknya dulu bersekolah. Pulang juga sendiri naik angkota. Begitu seterusnya sampai lulus TK dan juga saya sekolahkan di SD tempat saya bekerja. Karena selisih anak pertama dan kedua 4 tahun maka setelah anak pertama saya lulus anak kedua saya baru kelas 2 SD. Kedua anak saya baik yang pertama maupun kedua dalam mengikuti pelajaran lumayan lancar. Disetiap kelas selalu masuk 3 besar. Alkhamdullilah. Bahkan setelah lulus SD melanjutkan di SMP dan SMA paforit di kota kelahiran saya selalu menjadi juara.  Keduanya bersekolah di TK, SD, SMP maupun SMA sama.

Sebagai orang tua tentuanya selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Dalam menentukan sesuatu atau bahkan kuliah selalu saya beri kebebasan. Harapan saya setidaknya bisa melanjutkan orang tuanya sebagai pengajar, Namun anak-anak mempunyai cita-cita yang berbeda. Anak-anak memilih ke bidang kesehatan. Untuk itu selaku orang tua, saya persilahkan memilih mau kuliah kemana. Selaku orang memiliki kewajiban kepada anak-anak untuk memberikan biaya sekolah/ kuliah sampai menjadi sukses. mendorong, menasehati, dan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Dengan sekuat tenaga pikiran selaku ibu dengan senang hati menurutinya. Dengan syarat jujur dan bertanggungjawab atas semua yang dilakukan anak dan selalu memberikan laporan sesuai dengan kenyataan yang dilakukan anak-anak. Anak-anak kuliah di Poltekes di ibu kota provinsi. Anak Pertama mengambil jurusan Kebidanan DIII dan melanjutkan ke D IV sampai lulus. Setelah lulus anak pertama melamar pekerjaan di sebuah rumah sakit swasta di ibu kota negara diterima dan bekerja selama 3 tahun. Lalu mendaftar di sebuah Puskesmas di ibukota negara juga. Diterima dan bekerja sebagai bidan di sebuah Puskesmas. Sedangkan anak kedua mengambil keperawatan D III. Begitu lulus di keperawatan melanjutkan ke S1 di sebuah Universitas Negeri di Surabaya.

Ditengah perjalanan kuliah di Surabaya ada pendaftaran CPNS Perawat. Dengan bekal nekad dan mencoba mendaftarkan diri dengan  tujuan di rumah sakit di kota kelahiran saya dengan berbekal Pendidikan D III. Ternyata saingannya cukup banyak lebih dari seribu calon peserta tes hanya akan diambil 2 orang. Tahapan tes demi tahapan tes dilalui. Saya selaku orang tua selalu berdoa kepada Allah SWT. Semoga diberikan kelancaran, jalan yang terbaik dan dapat melaksanakan/ mengikuti tes CPNS dengan lancar dan diridhoi oleh Allah SWT. Semoga berhasil dan cita-citanya tercapai.

Dari beribu-ribu peserta diambil 800 orang diseleksi menjadi 300 orang.  Dari 300 orang diambil 80 orang. Disaring lagi menjadi 30 orang. Dan akhirnya menjadi 8 orang. Dan dari 8 orang diambil 2. Alkhamdulillah anak saya mendapatkan urutan ke 2dan  diterima sebagai CPNS di kota tempat tinggal. Sungguh saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah membimbing, memberi petunjuk dan atas berkatnya anak saya menjadi CPNS. Dan dapat bekerja di kota tempat tinggal itu adalah suatu kebahagiaan orangtua sendiri. Hingga kini anak bekerja. Sehingga kuliah di Universitas di Surabaya ditiggalkan. Karena sudah diterima menjadi CPNS. Harapan saya selaku orang tua. Kuliahnya dapat diselesaikan sambil bekerja. Namun karena sesuatu hal (setiap konsultasi tidak dapat bertemu dengan dosen yang sibuk dengan pekerjaan) lama-kelamaan ditinggalkan. Bahkan sekarang kemungkinan sudah dikeluarkan dari Universitas tersebut.

Sekarang anak kedua saya sudah menjadi perawat disebuah rumah sakit negeri. Sebagai tenaga muda selaku orang tua selalu menasehati kita harus bekerja dengan ikhlas dan bekerja dengan hati. Apa yang diminta dari orang di sekitar kita selalu dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas . Karena bekerja dengan hati dan ikhlas pekerjaan berat menjadi ringan dan barokah. Hal ini selalu saya tanamkan kepada anak-anak. Setiap ada acara anak termuda selalu ikut. Bahkan sekarang dari Kantor pusat meminta tambahan tenaga medis ke ibu kota dan terpilih untuk ikut membantu pemerintah memberikan vaksin kepada masyarakat. Semoga senantiasa selalu sehat. Dengan memberikan pelayanan yang ramah dan ikhlas insya Allah semuanya dapat lancar.

Itu semua adalah berkat perjuangan seorang ibu demi kemajuan anak-anak. Dari kecil hingga besar bekerja mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Berjuang menjadi ibu rumah tangga. Bisa dikatakan menjadi Menteri lengkap di sebuah keluarga (Menteri Pemberdayaan Perempuan. Menteri Ekonomi, Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Kesejahteraan dan lain-lain.  

Kepuasan seorang wanita (seorang ibu) yang anak-anaknya telah berhasil mencapai cita-cita yang diidam-idamkan. Sudah ada yanag menikah hidup berumah tangga dan bekerja mencukupi kebutuhan sendiri. Dan tidak meminta kepada orang tua.  Dapat hidup mandiri minimal kebutuhan sendiri terkecukupi dari hasil kerjanya. Dan yang satu walaupun belum menikah sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Dari hasil kerjanya bisa dimanfaatkan minimal untuk diri sendiri. Alkhamdullilah

Itulah kartini-kartini masa kini . Senantiasa berusaha meraih cita-citanya dan  berhasil apa yang dicita-citakan oleh ibu Kita Kartini memajukan kaum wanita. Maju sejajar dengan laki-laki. Tidak terbelakang seperti tempo dulu sebelum ibu Kita Kartini lahir. Wanita sudah tidak lagi diam diri di rumah, memasak, mencuci, melayani suami, kodrat wanita yang tidak bisa ditinggalkan namun bisa bekerja baik di rumah maupun di luar bahkan terkadang pekerjaan wanita lebih banyak daripada pekerjaan laki-laki. Harus bisa bagi waktu dan memprioritaskan pekerjaan mana yang harus segera diselesaikan/ didahulukan. Kartini muda tumbuh berkembang di seluruh penjuru tanah air. Dari barat sampai ke timur dari Sabang sampai Merauke. Banyak wanita yang berhasil dan sukses baik dalam karier sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pekerja yang harus melaksanakan tugasnya di kantor, atau di warung/pasar, di rumah dan dimana wanita berada. 

Terimakasih anak-anakku telah berpartisipasi memajukan kaum wanita. Semoga sukses selalu menyertaimu dimanapun kamu berada. Ingat bekerjalah dengan hati, ramah, ikhlas dan berdoalah sebelum dan sesudah bekerja. Dan jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah SWT apa yang kau dapatkan dari bekerja. Semoga selalu mendapatkan bimbingan, petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT. Aamiin yaa robbal ‘alamiin. 

 


           
Kehidupan seseoraang antara satu dengan yang lain tentu sangat bebeda jauh. Seperti saya dengan wanita-wanita yang lain. Saya adalah seorang wanita yang penuh semangat melaksanakan tugas kehidupan sehari-hari. Baik sebagai tenaga pendidik maupun sebagai ibu rumah tangga yang melayani keluarga dari pagi hingga malam.  Pagi bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajut. Dilanjutkan dengan seletika, memasak untuk hari ini, mencuci, dan mengerjakan tugas lain seperti membuat laporan-laporan dan menyelesaikan kegiatan sekolah yang dibawa ke rumah.  Ini tugas saya rutin setiap pagi. Di rumah di pagi hari belum kegiatan rutin lain di hari yang lain. Jika libur saya melaksanakan kegiatan badminton, sepedaan, arisan, pengajian, PKK, Senam, kegiatan sosial lain dan lain-lain sehingga waktu sangat cepat berlalu dengan diisi kegiatan yang sangat menyibukkan setiap harinya dan sangat bermanfaat.

            Belum lagi kegiatan di sekolah sebagai tenaga pendidik dan sekaligus juga sebagai orang yang dituakan di sekolah. Mejadi pimpinan sekolah, ketua gugus, pengurus organisasai profesi (PGRI), Koperasi, Rapat, Paguyuban dan masih banyak lagi organisasi lain yang kami tekuni. Mengajar anak-anak, menilai teman guru ada permasalahan harus dapat menyelesaikan. Namun itu semua jika dikerjakan dengan hati dan ikhlas tidak menjadi beban. Dan menambah semangat dalam kehidupan sehari-hari. Belum lagi jika kita mengikuti pelatihan-pelatihan.  Pelatihan/ Diklat ke luar kota. Saya merasa bahwa kegiatan itu merupakan wisata gratis pulang dapat ilmu yang menumpuk. Woow amat sangat senang sekali, Tambah ilmu, tambah wawasan, tambah teman, saudara dan lain-lain.

Ini semua saya terapkan kepada kedua anak perempuan saya. Sejak kecil kami asuh, kami didik, kami bimbing di sebuah keluarga sederhana. Pagi hari anak-anak saya bawa ke rumah nenek yang rumahnya dekat dengan tempat saya bekerja. Anak pertama saya berada di TK sedangkan anak ke dua saya masih kecil kira-kira pada waktu itu usia 2 tahun saya titipkan di rumah orang tua saya. Anak yang besar saya bawa ke sekolah sambil menunggu waktu kira-kira pukul 08.00 saya antar ke TK. yang jaraknya kira-kira 2 km dari sekolah. Di TK anak tidak saya tunggu dan pulangnyapun pulang sendiri naik angkota.  Sampai sopir dan kenek angkota hafal diseberangkan dulu. Dan berjalan menuju rumah orang tua saya. Sore hari anak-anak saya bawa pulang ke rumah saya sendiri. Begitu setiap pagi dan sore hari pekerjaan saya. Pagi membawa anak ke rumah nenek. Menitipkan anak kecil dan membawa anak pertama saya ke sekolah untuk belajar di Taman kana-kanak. Dua tahun anak-saya belajar di TK. Lulus TK saya sekolahkan di tempat saya mengajar, sehingga lebih muda pengawasannya. Dan kebetulan rumah orang tua saya dekat dengan sekolah tempat saya bekerja. Setelah masuk SD dari tahun ke tahun anak semakin besar dan alkhamdullilah dapat mengikuti pelajaran dengan baik bahkan selama sekolah di SD mendapatkan peringkat atas. Empat tahun anak pertama saya sekolah SD lalu saya menyekolahkan anak kedua di TK tempat kakaknya dulu bersekolah. Pulang juga sendiri naik angkota. Begitu seterusnya sampai lulus TK dan juga saya sekolahkan di SD tempat saya bekerja. Karena selisih anak pertama dan kedua 4 tahun maka setelah anak pertama saya lulus anak kedua saya baru kelas 2 SD. Kedua anak saya baik yang pertama maupun kedua dalam mengikuti pelajaran lumayan lancar. Disetiap kelas selalu masuk 3 besar. Alkhamdullilah. Bahkan setelah lulus SD melanjutkan di SMP dan SMA paforit di kota kelahiran saya selalu menjadi juara.  Keduanya bersekolah di TK, SD, SMP maupun SMA sama.

Sebagai orang tua tentuanya selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Dalam menentukan sesuatu atau bahkan kuliah selalu saya beri kebebasan. Harapan saya setidaknya bisa melanjutkan orang tuanya sebagai pengajar, Namun anak-anak mempunyai cita-cita yang berbeda. Anak-anak memilih ke bidang kesehatan. Untuk itu selaku orang tua, saya persilahkan memilih mau kuliah kemana. Selaku orang memiliki kewajiban kepada anak-anak untuk memberikan biaya sekolah/ kuliah sampai menjadi sukses. mendorong, menasehati, dan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Dengan sekuat tenaga pikiran selaku ibu dengan senang hati menurutinya. Dengan syarat jujur dan bertanggungjawab atas semua yang dilakukan anak dan selalu memberikan laporan sesuai dengan kenyataan yang dilakukan anak-anak. Anak-anak kuliah di Poltekes di ibu kota provinsi. Anak Pertama mengambil jurusan Kebidanan DIII dan melanjutkan ke D IV sampai lulus. Setelah lulus anak pertama melamar pekerjaan di sebuah rumah sakit swasta di ibu kota negara diterima dan bekerja selama 3 tahun. Lalu mendaftar di sebuah Puskesmas di ibukota negara juga. Diterima dan bekerja sebagai bidan di sebuah Puskesmas. Sedangkan anak kedua mengambil keperawatan D III. Begitu lulus di keperawatan melanjutkan ke S1 di sebuah Universitas Negeri di Surabaya.

Ditengah perjalanan kuliah di Surabaya ada pendaftaran CPNS Perawat. Dengan bekal nekad dan mencoba mendaftarkan diri dengan  tujuan di rumah sakit di kota kelahiran saya dengan berbekal Pendidikan D III. Ternyata saingannya cukup banyak lebih dari seribu calon peserta tes hanya akan diambil 2 orang. Tahapan tes demi tahapan tes dilalui. Saya selaku orang tua selalu berdoa kepada Allah SWT. Semoga diberikan kelancaran, jalan yang terbaik dan dapat melaksanakan/ mengikuti tes CPNS dengan lancar dan diridhoi oleh Allah SWT. Semoga berhasil dan cita-citanya tercapai.

Dari beribu-ribu peserta diambil 800 orang diseleksi menjadi 300 orang.  Dari 300 orang diambil 80 orang. Disaring lagi menjadi 30 orang. Dan akhirnya menjadi 8 orang. Dan dari 8 orang diambil 2. Alkhamdulillah anak saya mendapatkan urutan ke 2dan  diterima sebagai CPNS di kota tempat tinggal. Sungguh saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah membimbing, memberi petunjuk dan atas berkatnya anak saya menjadi CPNS. Dan dapat bekerja di kota tempat tinggal itu adalah suatu kebahagiaan orangtua sendiri. Hingga kini anak bekerja. Sehingga kuliah di Universitas di Surabaya ditiggalkan. Karena sudah diterima menjadi CPNS. Harapan saya selaku orang tua. Kuliahnya dapat diselesaikan sambil bekerja. Namun karena sesuatu hal (setiap konsultasi tidak dapat bertemu dengan dosen yang sibuk dengan pekerjaan) lama-kelamaan ditinggalkan. Bahkan sekarang kemungkinan sudah dikeluarkan dari Universitas tersebut.

Sekarang anak kedua saya sudah menjadi perawat disebuah rumah sakit negeri. Sebagai tenaga muda selaku orang tua selalu menasehati kita harus bekerja dengan ikhlas dan bekerja dengan hati. Apa yang diminta dari orang di sekitar kita selalu dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas . Karena bekerja dengan hati dan ikhlas pekerjaan berat menjadi ringan dan barokah. Hal ini selalu saya tanamkan kepada anak-anak. Setiap ada acara anak termuda selalu ikut. Bahkan sekarang dari Kantor pusat meminta tambahan tenaga medis ke ibu kota dan terpilih untuk ikut membantu pemerintah memberikan vaksin kepada masyarakat. Semoga senantiasa selalu sehat. Dengan memberikan pelayanan yang ramah dan ikhlas insya Allah semuanya dapat lancar.

Itu semua adalah berkat perjuangan seorang ibu demi kemajuan anak-anak. Dari kecil hingga besar bekerja mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Berjuang menjadi ibu rumah tangga. Bisa dikatakan menjadi Menteri lengkap di sebuah keluarga (Menteri Pemberdayaan Perempuan. Menteri Ekonomi, Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Kesejahteraan dan lain-lain.  

Kepuasan seorang wanita (seorang ibu) yang anak-anaknya telah berhasil mencapai cita-cita yang diidam-idamkan. Sudah ada yanag menikah hidup berumah tangga dan bekerja mencukupi kebutuhan sendiri. Dan tidak meminta kepada orang tua.  Dapat hidup mandiri minimal kebutuhan sendiri terkecukupi dari hasil kerjanya. Dan yang satu walaupun belum menikah sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Dari hasil kerjanya bisa dimanfaatkan minimal untuk diri sendiri. Alkhamdullilah

Itulah kartini-kartini masa kini . Senantiasa berusaha meraih cita-citanya dan  berhasil apa yang dicita-citakan oleh ibu Kita Kartini memajukan kaum wanita. Maju sejajar dengan laki-laki. Tidak terbelakang seperti tempo dulu sebelum ibu Kita Kartini lahir. Wanita sudah tidak lagi diam diri di rumah, memasak, mencuci, melayani suami, kodrat wanita yang tidak bisa ditinggalkan namun bisa bekerja baik di rumah maupun di luar bahkan terkadang pekerjaan wanita lebih banyak daripada pekerjaan laki-laki. Harus bisa bagi waktu dan memprioritaskan pekerjaan mana yang harus segera diselesaikan/ didahulukan. Kartini muda tumbuh berkembang di seluruh penjuru tanah air. Dari barat sampai ke timur dari Sabang sampai Merauke. Banyak wanita yang berhasil dan sukses baik dalam karier sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai pekerja yang harus melaksanakan tugasnya di kantor, atau di warung/pasar, di rumah dan dimana wanita berada. 

Terimakasih anak-anakku telah berpartisipasi memajukan kaum wanita. Semoga sukses selalu menyertaimu dimanapun kamu berada. Ingat bekerjalah dengan hati, ramah, ikhlas dan berdoalah sebelum dan sesudah bekerja. Dan jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah SWT apa yang kau dapatkan dari bekerja. Semoga selalu mendapatkan bimbingan, petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT. Aamiin yaa robbal ‘alamiin. 

 Salam blogger Indonesia

Rifatun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 30 Juni 2021

Minggu, 4 Juli 2021

Sabtu, 5 Juni 2021